+
Juliet
“Come gentle night. Come loving black-browned nigh give me my Romeo. And when I shall die, take him and cut him out into little stars, and he will make the face of heaven so fine that all the world will be in love with night and pay no worship to the garish sun. O, I have bought the mansion of love but not possessed, and though I am sold, not yet enjoyed. O, tedious is this day, as the night before some festival to an impatient child that hath new robesand may not wear them.”
Romeo
“And all this day an unaccustomed spirit lifts meabove the ground with cheerful thoughts. I dreampt my lady came and found me dead and breathed such life with kisses in my lips that I revived and was an emperor. Ah me, how sweet is love itself possessed when but love’s shadow’s are so rich in joy. How doth my lady Juliet? For nothing can be ill if she be well.”
A glooming peace this morning with it brings, the sun, for sorrow will not show his head. Go hence, to have more talk of these sad things. Some shall be pardoned and some punished. For never was a story of more woe, than this of Juliet and her Romeo.

They are turning my head out, to see what I’m all about. — Lovers In Japan by Coldplay.
Pencerahan.
Jadi kemarin tuh baru dapet pencerahan. Awalnya pas les, kerjain soal dan sebagainya, terus si dosen ngajar sembari ngobrol sama senior. Mungkin bukan sekedar ngobrol juga, tapi dibarengi banyak motivasi. Banyak kata-kata yang keluar dari mulut si dosen tentang apa itu arti kuliah dan cari ilmu.
‘Ngga usah takut, IP kecil bukan masalah. Coba kalian bedain, kalian itu sebenarnya cari ilmu atau cari nilai A doang? Banyak loh orang-orang yang nilainya bagus tapi sebenarnya bukan karena pinter. Untuk apa mengejar nilai bagus tapi itu malah bikin kamu jadi ambisius?’
Terus dia ngelanjutin,
‘Buat saya pinter itu bukan sekedar kamu dapat nilai A terus menerus. Pintar adalah ketika kamu aktif dan otak kamu berkembang, dan kamu belajar untuk dimasukan ke otak, bukan hanya belajar demi dapat nilai A di akhir semester. IP itu bukan patokan. Pintar adalah ketika otak kamu bisa berkembang dan menemukan banyak jawaban pada sebuah pertanyaan, kalau kamu hanya mencatat, menghafal, dan berhasil mengingat semua materi yg ada di catatan kamu, itu bukan pintar namanya. Kalian kan bukan robot.’
Dan keinget juga kata-kata yang pernah diucapin dari temen deket aku kemarin
‘Aku pengen kerja di UNESCO tuh gara-gara aku pengen bikin kuliah dan belajar itu jadi suatu kebutuhan, bukan suatu keharusan.’
Terima Kasih :)
Lagi dalem keadaan kaya gini emang pengen banget diperhatiin sama orang. Kadang sedih kalau lagi sendirian dan ga tau harus ngomong siapa, tapi seneng pas udah ada beberapa temen yang ngehubungin cuma untuk nanya kabar aku hari ini.
Aku baik-baik aja. Emang situasi sekarang bener-bener ngga karuan, terlalu banyak sesuatu yang datang. Tapi aku cukup kuat kok, itu juga karena ada kalian yang bantu aku.
Aku cuma mau bilang terima kasih buat kalian, terimakasih untuk ngingetin harus cepet tidur meski ujungnya aku ngga tidur, terimakasih untuk maksa aku makan meski akhirnya aku ngga makan, terimakasih untuk ngeladenin telepon aku subuh-subuh cuma buat ngedengerin aku nangis atau cerita atau kesakitan, terimakasih untuk nanya kabar aku setiap hari, terima kasih untuk maksa aku cerita (sebagai bukti kalau kalian peduli dengan keadaan aku meski aku ngga bisa banyak cerita), terima kasih untuk banyak kata motivasinya, terima kasih untuk waktu yang udah kalian luangin buat aku meskipun sebenernya kalian punya urusan lain tapi kalian nunda itu demi aku, terima kasih untuk nanya kabar kesehatan aku sesering mungkin, dan terima kasih karena kalian bisa ikut sedih pas aku juga sedih.
Terima kasih. Aku sayang kalian.
"The less you care, the happier you will be in the end."
Tolong.
Tepat 6 hari ngga tidur. Oke, beneran 6 hari. Ya mungkin diantara 6 hari ini diitung-itung cuma tidur 2 jam 4 menit. Kenapa? Bukan sakit, bukan insom. Setiap nyoba tidur, ada suara teriakan di telinga. Setiap nyoba tidur, dapet visi yang aneh, aku liat sesuatu yang aneh. Kaya ada yg nyoba utk ngasih tau sesuatu, kaya ada yg mau mengsabotase otak. Mungkin ini udh kerasa dari satu bulan yang lalu, tapi b*tch please ini keterlaluan banget sampai bikin takut untuk tidur. Iya aku tau mungkin ada beberapa orang yang perlu dikasih tau lewat visi ini, tapi ga sampai sejauh ini juga. Dan lagi, visi yang datang terus menerus untuk satu orang malah bikin jadi ngga tenang, karena aku sendiri ga bisa berbuat apa-apa untuk nolong.
Akhir-akhir ini mau tidur itu ibarat mau pergi ke medan perang. Tolong.
I miss being Noni!
Padahal noni itu kan hantu belanda.
Pas SMA kemarin panggilan aku itu noni, gara-gara waktu itu rambut aku panjang sepinggang, belah tengah, muka pucat. Dimana-mana dipanggil noni, yang manggil egin jadi agak jarang. Tapi aku ga pernah marah dipanggil itu, seneng punya nama panggilan sendiri.
Dan sekarang kangen banget dipanggil itu. Disini ga ada yang manggil aku noni. Ngga tau kenapa kalo inget noni itu jadi inget sama hari-hari pas SMA. Nah kan kenapa sih kangen terus sama SMA, masa hidupnya ga maju-maju. Ah bodo amat suka-suka gue. Gapapa deh setiap detik dipanggil noni, asal bisa sama kalian-kalian lagi. Asal bisa ketawa lagi bareng kalian.
Karena noni punya makna khusus.
Versus
Hal yang menyenangkan itu kalau kamu menangis karena terharu atau menangis bahagia karena baru diberi kejutan yang tak disangka-sangka. Kalau kamu sakit perut karena tertawa geli mendengar lelucon yang dilontarkan teman-temanmu. Kalau kamu dimarahi oleh orang kesayanganmu sebagai bukti kalau dia peduli dengan keadaan kamu. Kalau kamu sakit tetapi ada yang menjenguk. Kalau kamu tertekan tetapi ada yang bertanya kenapa meski kamu bilang baik-baik saja. Kalau kamu lapar tapi dietmu berhasil. Kalau kamu banyak pikiran tetapi ada yang menenangkan. Kalau kamu pesimis tetapi ternyata hasilnya maksimal.
Hal yang menyedihkan itu kalau kamu bahagia karena dibohongi oleh orang lain. Kalau kamu tertawa tetapi kamu sebenarnya sangat tidak ingin tertawa. Kalau kamu tersenyum tetapi itu terpaksa. Kalau kamu mendapat hasil yang bagus tapi itu bukan pekerjaan kamu. Kalau kamu diberi makan padahal kamu tidak nafsu makan. Kalau kamu sudah optimis tetapi hasilnya diluar dugaan.
Bahagia itu sederhana. Sedih juga sederhana. Tinggal dipilih.
‘Aku’
3 lembar kertas tisu. 4 lembar. 5 lembar. Penuh tulisan yang dibuat tokoh aku. Tokoh aku bilang, ia ingin bercerita, tapi tidak tahu kepada siapa. Karena ia tahu orang-orang di sekelilingnya punya urusan masing-masing, bukan hanya tokoh aku saja yang mereka urusi.
Tahu tidak? Tokoh aku sedang merasa sedih. Ia tidak bisa menggambarkan apa yang dirasakannya pada orang-orang lain. Dan tidak semua orang mengetahui sesuatu tentangnya. Tokoh aku bingung harus berbuat bagaimana. Ia diam memandang langit-langit kamar, menulis pesan pada teman-temannya yang akhirnya ia hapus kembali, dan membuang berlembar-lembar kertas tisu untuk ditulisi.
Jika saja, dinding dan kertas tisu bisa berbicara.
Karena tokoh aku sangat butuh teman berbicara.

